Di suatu pagi yang cerah di palomino crack bagian utara los santos, Lahirlah seorang anak laki-laki bernama Udin Sawadikap. Ia dilahirkan oleh seorang ibu yang memiliki warna kulit coklat yang bernama Emely Queen. Udin Sawadikap juga memiliki seorang ayah yang marupakan pria keturunan arab yang bernama Muhammad Kohlid Sawadikap Udin Sawadikap adalah anak periang yang lahir dari keluarga yang kurang berkecukupan. Meskipun begitu ia tak pernah mengeluh. Ayah Udin Sawadikap bekerja sebagai supir bus di los santos. Sedangkan Emely hanyalah seorah ibu rumah tangga yang selalu berada di rumah. Udin Sawadikap selalu dibeda-bedakan karena warna kulit nya. Saat ia berumu 15 tahun, Ia selalu diejek oleh anak-anak di sekolah nya. Akibat hal itu, Dia selalu bolos dan malas pergi ke sekolah. Dan akhirnya orang tua Udin Sawadikap selalu dipanggil ke sekolah untuk mengurus masalah nya itu. Di suatu malam, Muhammad kohlid mendapat uang tip yang banyak dari seorang yang ia antar, Orang tersebut adalah seorang usahawan yang kaya raya. Muhammad kohlid merasa sangat bahagia dan hendak bergegas pulang meunuju rumah. Saat dalam perjalanan pulang, Ia malah di begal oleh sekumpulan kriminal yang membawa motor dan senjata api. Mereka menembaki Muhammad Kohlid hingga tewas dan membawa uang yang ada di dalam mobil itu. Keesokan pagi nya, Udin sawadikap dan sang ibu melihat berita tentang pembunuhan ayah nya. Mereka merasa sedih dan tidak percaya akan hal itu, Setelah 5 tahun berlalu.Udin Sawadikap sudah putus sekolah karena tidak memiliki biaya yang cukup. Melihat keadaannya yang sedang terpuruk, Udin Sawadikap memutuskan untuk pergi ke kota San Fiero untuk mencari uang. Ia pun berpamitan dengan ibu nya dan segera menuju stasiun kereta. Satu setengah jam kemudian, Ia akhirnya sampai di kota los santos dan siap untuk menjalani hidup nya.